Mas, meskipun bentukanmu kaya preman kamu adalah temen laki — laki yang aku terima di sini. Rasanya setiap kita ngobrol di reading grup atau di suasana yang lebih luas dan lapang, aku menemukan sebuah pandangan baru. Sebuah pintu kecil perlahan — lahan terbuka.
Sebenernya aku adalah orang yang selalu merasa cukup, ini adalah hal baik akrena aku selalu bersyukur. Tetapi menjadi kurang baik jika dikaitkan dalam ranah pengetahuan. Aku harusnya terus merasa haus dan terus merasa kurang sehingga aku terus menambah pengetahuan.
Dan orang itu salah satunya kamu.
Terima kasih sudah banyak uang dan beli banyak buku, jangan kapok aku pinjem bukunya ya.
Sejak perjalanan Semarang Agustus lalu, aku berpikir kita bisa menjadi teman. Itu adalah perjalananku tanpa banyak dokumentasi, kecuali foto baju merah di museum Semarang Art Gallery.
Terima kasih ya, semoga Nona maupun penggantinya bisa merasakan kehangatanmu dalam hidup sama seperti aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar