Olan! Terima kasih dimsum mentainya. Aku makan jam dua belas malem.
Lan, kamu membawa aku kesini. Ke tempat orang — orang baru, ke teman — teman. Kamu yang menyadarkan aku bahwa hidup tidak akan pernah berhasil sendirian. Dengan rentetan teman — teman kamu, aku sadar bahwa kita memang harus memelihara hubungan sosial.
Lan, di fase hidupmu yang baru terima kasih sudah menepati untuk tidak berubah dan menja Olan yang apa adanya. Segala kemudahan dan kebaikan, menunggu kamu di depan.
Terima kasih dan selamat sudah melewati fase badai, Olan! Aku turut senang dengan perayaan kebahagiaanmu sekarang. Dengan fase Olan yang dewasa dan mengerti hal — hal terkait kesehatan. Aku bangga, Ibuk Ulan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar